Friday, November 6, 2015

Peraturan pendirian usaha dibidang TI

1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 1999 Nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 3881 ).

2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang lnformasi dan Transaksi Elektronik (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2008 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4843).

3. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan lnformasi Publik (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2008 Nomor 61, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4846); 

4. Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2000 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 3980).

5. Peraturan Presiden Republik lndonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara.

6. Peraturan Presiden Republik lndonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara Serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara.

7. Keputusan Presiden Republik lndonesia Nomor 84lP Tahun 2009 tentang Susunan Kabinet lndonesia Bersatu I1 Periode 2009 - 2014.

8. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM. 21 Tahun 2001 tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan lnformatika Nomor: 31 /PER/M.KOMINF0/0912008.

9. Peraturan Menteri Komunikasi dan lnformatika Nomor: 03/PM.Kominfo/5/2005 tentang Penyesuaian Kata Sebutan Pada Beberapa Keputusan Peraturan Menteri Perhubungan yang Mengatur Materi Muatan Khusus di Bidang Pos dan Telekomunikasi.

10. Peraturan Menteri Komunikasi dan lnformatika Nomor: 26/PER/M.KOMINF0/5/2007 tentang Pengamanan Pemanfaatan Jaringan Telekomunikasi Berbasis Protokol lnternet sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan lnformatika Nomor: 16/PER/M.KOMINF0/10/2010. 

11. Peraturan Menteri Komunikasi dan lnformatika Nomor: 01/PER/M.KOMINF0101/2010 tentang Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi.

12. Peraturan Menteri Komunikasi dan lnformatika Nomor: 17/PER/M.KOMINFO/1 01201 0 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Komunikasi dan Informatika.



Sumber : https://www.wikipedia.org/

Prosedur dalam pendirian Badan Usaha

Dalam membangun sebuah badan usaha, kita harus memperhatikan beberapa hal berikut, yaitu :
  1. Modal yang dimiliki.
  2. Dokumen perizinan.
  3. Tujuan usaha.
  4. Jenis usaha.
Selain itu dalam pembentukan syarat paling penting ialah perizinan usaha. Izin usaha merupakan bentuk pemberian izin dari pihak yang berwenang atas penyelenggaraan kegiatan usaha. tujuannya untuk memberikan pembinaan, arahan, serta pengawasan sehingga usaha bisa tertib dan menciptakan pemeratan kesempatan berusaha. Surat izin usaha yang diperlukan di antaranya :

  1. Surat Izin Tempat Usaha (SITU)
  2. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
  3. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  4. Nomor Register Perusahaan (NRP)
  5. Nomor Rekening Bank (NRB)
  6. Analisa Mengenai Dampak Lingkungan.
  7. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
Proses yang harus dilakukan untuk mendirikan sebuah badan usaha :

  1. Mengadakan rapat umum.
  2. Dibuatkan akte notaris.
  3. Didaftarkan di pengadilan negeri.

Jenis - Jenis Badan Usaha

  • Koprerasi : Badan Usaha yang berlandaskan asas-asas kekeluargaan.
  • BUMN :  Badan Usaha Milik Negara, ialah badan usaha yang permodalannya seluruh atau sebagian dimiliki oleh Pemerintah. Stautus pegawai badan usaha tersebut adalah karyawan BUMN bukan pegawai negeri. BUMN sendiri sekarang ada 3 macam yaitu Perjan, Perum dan Persero.
  • BUMS : Badan Usaha Milik Swasta, ialah badan usaha yang didirikan dan dimodali oleh seorang atau sekelompok orang. Bersadsarkan UUD 1945 pasal 33, bidang-bidang usaha yang diberikan kepada pihak swasta adalah mengelola sumber daya ekonomi yang bersifat tidak vital dan strategis. 
  • PT : adalah badan usaha yang modalnya diperoleh dari hasil penjualan saham. Setiap pemegang surat saham mempunyai hak atas perusahaan dan keuntungan.
  • CV : adalah badan usaha bisnis yang didirikan dan dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda di antara anggotanya.
  • Yayasan : adalah suatu badan usaha, tetapi tidak merupakan perusahaan karena tidak mencari keuntungan. Badan usaha ini didirikan untuk sosial dan berbadan hukum.


Monday, October 26, 2015

Badan usaha yang berkecimpung dengan bisnis TI

Di era modern ini bisnis informatika sendiri sudah diterapkan oleh perusahaan-perusahaan bisnis besar, mayoritas perusahaan tersebut adalah perusahaan jasa penjualan online seperti, blibli.com, lazada.co.id, tokopedia.com dan lainnya, mereka menggunakan bisnis informatika sebagai staregi dalam bisnis mereka, selain mendapatkan keuntungan konsep bisnis informatika ini dapat memudahkan masyarakat dalam transaksi bisnis, karena dengan bisnis informatika kita dapat bertransaksi bisnis tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat. 

Friday, October 2, 2015

Pengantar Bisnis Informatika

Pengertian Bisnis Informatika

Bisnis sendiri adalah suatu kegiatan aktifitas dan intitusi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen untuk mendapatkan untung. Sedangkan, Informatika berkaitan erat dengan teknologi informasi. Teknologi informasi adalah suatu perangkat alat yang membantu dalam bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.

Bisnis Informatika adalah suatu kegiatan yang dilakukan individu maupun kelompok yang memiliki nilai dengan tujuan mendapatkan keuntungan dengan bantuan teknologi informasi seperti internet. Yang dilakukan dalam bisnis informatika adalah menyebarluaskan informasi penjualan atau jasa sebuah perusahaan kepada masyarakat luas, sehingga masyarakat dapat tertarik untuk bekerjasama atau bertranksaksi.


Di era modern ini bisnis informatika sendiri sudah diterapkan oleh perusahaan-perusahaan bisnis besar, mayoritas perusahaan tersebut adalah perusahaan jasa penjualan online seperti, blibli.com, lazada.co.id, tokopedia.com dan lainnya, mereka menggunakan bisnis informatika sebagai staregi dalam bisnis mereka, selain mendapatkan keuntungan konsep bisnis informatika ini dapat memudahkan masyarakat dalam transaksi bisnis, karena dengan bisnis informatika kita dapat bertransaksi bisnis tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat. 

Saturday, December 27, 2014

Desain Komunikasi Visual

Desain Komunikasi Visual atau DKV dalam arti (etimologi) isitlah initerdiri dari tiga kata, Desain, Komunikasi, dan Visual.


Desain diambil dari kata "designo" (Itali) yang artinya gambar.

Komunikasi  sendiri ialah menyampaikan suatu pesan dari komunikator melalui suatu media dengan maksud tertentu.
Visual  bermakna segala sesuatu yang dapat dilihat dan direspon oleh indera penglihatan kita yaitu mata.

Desain Komunikasi Visual  bisa diartikan sebagai seni menyampaikan pesan dengan menggunakan bahasa rupa yang disampaikan melalui media berupa desain yang bertujuan menginformasikan, mempengaruhi hinggu merubah perilaku target audience sesuai dengan tujuan yang ingin diwujudkan. Sedang bahasa rupa yang dipakai berbentuk grafis, tanda simbol, ilustrasi gambar dan sebagainya.


- Sejarah
 Dimunculkan oleh Gert Dumbar (desainer grafis Belanda) pada tahun 1977, karena menurutnya desain grafis tidak hanya mengurusi cetak-mencetak saja, namun juga mengurusi moving image, audio visual, display dan pameran. Sehingga istilah desain grafis tidaklah cukup menampung perkembangan yang kian luas.


- Elemen-elemen Desain Komunikasi Visual

Menurut Christine Suharto Cenadi (1999) elemen-elemen dkv diantaranya tipografi, ilustrasi, dan simbolisme,

A. Layout
Pengertian layout adalah merupakan pengaturan yang dilakukan pada buku, majalah, atau bentuk publikasi lainnya, sehingga teks dan ilustrasi sesuai dengan bentuk yang diharapkan.


B. Tipografi
Tipografi merupakan seni memilih huruf dari ratusan jumlah rancangan atau desain jenis huruf yang tersedia, menggabungkannya denga jenis huruf yang berbeda, menggabungkan sejumlah kata yang sesuai dengan ruang yang tersedia, dan memandai naskah untuk proses typesetting menggunakan ketebalan dan ukuran huruf yang berbeda.

C.Ilustrasi
Ilustrasi dalam karya dkv dibagi menjadi dua, ilustrasi yang dihasilkan dengan tangan atau gambar dan ilustrasi yang dihasilkan oleh kamera atau fotografi. Ilustrasi dapat mengungkapkan sesuatu secara lebih cepat dan lebih efektif daripada tekas (Wirya, 1999)

D. Simbolisme
Simbolisme sangat efektif digunakan sebagai sarana informasi untuk menjembatani perbedaan bahasa yang digunakan karena sifatnya yang universal dibanding kata-kata atau bahasa. Bentuk yang lebih kompleks dari simbol adalah logo. Logo merupakan identifikasi dari sebuah perusahaan karena logo harus mampu mencerminkan cintar, tujuan , jenis, serta objektivitasnya agar berbeda dari yang lainnya.

E. Warna
Warna merupakan elemen penting yang dapat mempengaruhi sebuah desain. Pemilihan warna dan pengolahan atau penggabungan satu dengan lainnya akan dapat memberikan suatu kesan atau image yang khas dan  memiliku karakter yang unik, karena setiap warna memiliki sifat yang berbeda-beda.

F. Animasi
Penggunaaan unsur-unsur gerak atau disebut animasi khususnya dalam multimedia akan menimbulkan kesan tersendiri bagi yang melihatnya. Animasi sendiri dibagi menjadi dua yaitu :

- Animasi dua dimensi (2D), adalah animasi yang berkesan datar (flat), baik itu karakter maupun warnanya.

- Animasi tiga dimensi (3D), adalah karakter yang dibuat dapat dilihat dari berbagai sudut pandang dan adanya kesan mendalam atau berdimensi ruang.

G. Suara
Suara merupakan elemen pendukung yang digunakan untuk lebih menghidupkan suasana interaksi.
Dala, multimedia interaktif, suara dibedakan menjadi dua, yaitu suara utama dan suara pendukung.
Suara utama adalah suara yang mengiringi pengguna selama interaksi berlangsung, dan suara pendukung merupakan suara yang terdapan pada tombol-tombol


-  Pemanfaatan DKV

A. DKV sebagai sarana identifikasi

Fungsi dasar yang utama dari desain komunikasi visual adalah sebagai sarana identifikasi. Identitas seseorang dapat mengatakan tentang siapa orang itu, atau dari mana asalnya. Demikian juga dengan suatu benda, produk ataupun lembaga, jika mempunyai identitas akan dapat mencerminkan kualitas produk atau jasa itu dan mudah dikenali, baik oleh baik oleh produsennya maupun konsumennya. Kita akan lebih mudah membeli minyak goreng dengan menyebutkan merek X ukuran Y liter daripada hanya mengatakan membeli minyak goreng saja. Atau kita akan membeli minyak goreng merek X karena logonya berkesan bening, bersih, dan “sehat”.
Jika desain komunikasi visual digunakan untuk identifikasi lembaga seperti sekolah, misalnya. Maka orang akan lebih mudah menentukan sekolah A atau B sebagai favorit, karena sering berprestasi dalam kancah nasional atau meraih peringkat tertinggi di daerah itu.

B.DKV sebagai sarana informasi dan intruksi

 Sebagai sarana informasi dan instruksi, desain komunikasi visual bertujuan menunjukkan hubungan antara suatu hal dengan hal yang lain dalam petunjuk, arah, posisi dan skala, contohnya peta, diagram, simbol dan penunjuk arah. Informasi akan berguna apabila dikomunikasikan kepada orang yang tepat, pada waktu dan tempat yang tepat, dalam bentuk yang dapat dimengerti, dan dipresentasikan secara logis dan konsisten. Simbol-simbol yang kita jumpai sehari-hari seperti tanda dan rambu lalu lintas, simbol-simbol di tempat-tempat umum seperti telepon umum, toilet, restoran dan lain-lain harus bersifat informatif dan komunikatif, dapat dibaca dan dimengerti oleh orang dari berbagai latar belakang dan kalangan. Inilah sekali lagi salah satu alasan mengapa desain komunikasi visual harus bersifat universal.

C. DKV sebagai sarana presentasi dan promosi

Tujuan dari desain komunikasi visual sebagai sarana presentasi dan promosi adalah untuk menyampaikan pesan, mendapatkan perhatian (atensi) dari mata (secara visual) dan membuat pesan tersebut dapat diingat; contohnya poster. Penggunaan gambar dan kata-kata yang diperlukan sangat sedikit, mempunyai satu makna dan mengesankan. Umumnya, untuk mencapai tujuan ini, maka gambar dan kata-kata yang digunakan bersifat persuasif dan menarik, karena tujuan akhirnya adalah menjual suatu produk atau jasa.




Sumber

Wednesday, November 26, 2014

Desain Pemodelan Grafik

- Perkembangan teknologi pada Pemodelan Grafis 3D

Desain pemodelan grafis adalah proses untuk menghasilkan citra suatu objek baik 3D maupun 2D
yang memiliki tujuan untuk memahami desain grafis sebagai alat penyampai pesan yang estetis, komunikasi dan efisien.

berikut ini adalah perkembangan desain pemodelan grafis 3D

  • Awal tahun 60-an dimulainya model animasi dengan menampilkan simulasi efek fisik
  • 1961 : Edward Zajac menyajikan suatu odel simulasi satelit dengan menggunakan teknologi Grafik komputer
  • 1963 :  Alat untuk menampilkan Calligraphic (vector), mouse oleh Douglas Englebert
  • 1970 : Pierre B' eezier mengembangkan kurva B' eezier
  • 1972 : Ditayangkan film Westworld, sebagai film pertama yang menggunakan animasi komputer
  • 1974 : Ed Catmull mengembangkan z-buffer. Komputer animasi pendek,
  • 1976 : Jim Blinn mengembangkan texture dan bump mapping
  • 1977 : Film terkenal Star Wars menggunakan grafik komputer
  • 1982 : Pengembangan teknologi grafik komputer untuk menampilkan partikel
  • 1984 : Grafik Komputer digunakan untuk menggantikan model fisik pada film Last Star  Fighter
  • 1986 : Pertama kalinya film hasil produksi grafik komputer dijadikan sebagai nominasi dalam Academy Award
  • 1995 : Diproduksi film Toy Story sebagai film 3D animasi panjang pertama
  • Akhir tahun 90-an : Ditemukannya teknologi visualisasi interaktif untuk ilmu pengetahuan dan kedokteran, artistic rendering, image based rendering, dll.
  • Tahun 2000 : ditemukannya teknologi perangkat keras untuk real-time photorealistic rendering

- Pengaruh Kebudayaan dan Teknologi dalam Membuat Desain Pemodelan Grafis

Banyak pengaruh dalam pembuatan sebuah desain pemodelan grafis pada budaya dan teknologi, budaya digunakan sebagai sumber pemikiran dalam pengembangan desain grafis.
Di Indonesia sendiri banyak budaya yang menarik untuk dijadikan bahan pemikiran desain grafis salah satunya kerajinan kain daerah. Kerajinan ini merupakan warisan yang sangat indah sebagai sumber pemikiran dalam membuat desain grafis.


- Desain Pemodelan Grafis dari Segi Interaksi Manusia Dan Komputer

Interaksi manusia dan komputer (Human Computer Interaction) ialah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan komputer yang meliputi perancangan, evaluasi, dan juga implementasi antar muka pengguna komputer agar mudah digunakan oleh manusia.


Bidang Studi yang berkaitan dengan IMK : 

  • Teknik Elektronika
  • Psikologi
  • Ergonomi
  • Sosiologi
  • Antropologi
  • Desain grafis dan tipografi


SUMBER:

- Referensi buku tentang desain pemodelan grafis